Senin, 19 November 2012

ANATOMI DAN FAAL NEURO


SISTEM
NEUROBEHAVIOUR
RUANG LINGKUP
*         Anatomi Sistem Neurobehaviour
*         Patofisiologi Sistem Neurobehaviour
*         Penyakit pada Sistem Neurobehaviour
*         Asuhan Keperawatan Jiwa
*         Pengkajian Sistem Neurobehaviour
*         Manajemen Kasus pada Sistem Neurobehaviour dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan
*         Wawancara pada Pasien Gangguan Jiwa

PENDAHULUAN
·         Neurobehavior adalah hubungan antara fungsi otak dengan perilaku dan proses berpikir manusia
·         Fungsi neurobehavior ini diatur oleh hormon yang diproduksi dalam otak, yaitu hormon serotonin (5-hydroxy-typtamine)
·         Neurobehavior terkait dengan pola perilaku hidup seseorang yang berhubungan dengan sistem neural (sistem saraf) seperti pola tidur, mood atau suasana hati, stress, nafsu makan dan kesadaran diri.

Anatomi Sistem Neurobehavior
·         Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak (Latin : ‘ensephalon’) dan sumsum tulang belakang (Latin : ‘medulla spinalis’).
·         SSP Menerima asupan sensori melalui serabut sensori (dendrit)di dalam saraf spinal dan saraf kranial lalu mengirimkan impuls” motorik melalui akson” dalam saraf yang sama.
1.       OTAK
·         Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol.
Otak besar (serebrum)
·         Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.
Otak tengah (mesensefalon)
·         Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.
Otak kecil (serebelum)
·         Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.
Sumsum sambung (medulla oblongata)
·         Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
Jembatan varol (pons varoli)
·         Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.

2.       MEDULA SPINALIS
·         Medula spinalis : terletak di dalam kanalis neural dari kolumna vertebra menjalar kebawah dan memenuhi kanalis nural sampai setinggi vertebra lumbalis ke 2

3.       NEURON
·         Susunan saraf pusat manusia terdiri atas sekitar 100miliar neuron.
·         Neuron adalah suatu sel saraf dan merupakan unit anatomi dan fungsional system persarafan.
Struktur Neuron :
·         Neuron – neuron dapat mempunyai berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda, salah satunya adalah tipe neuron multipolar yang merupakan jenis yang paling banyak terdapat didalam system saraf pusat.

Different kinds of neurons:
KLASIFIKASI STRUKTUR NEURON
                Klasifikasi struktur neiuron berdasarkan pada hubungan antara dendrit,badan sel , dan akson mencakup :
a)      Neuron tanpa akson
Secara struktur lebih kecil dan tidak mempunyai akson. Neuron ini berlokasi di otak dan berapa organ perasa khusus.
b)      Neuron bipolar
Ukuran dari neuron bipolar lebih kecil dibandingkan dengan neuron unipolar dan multipolar. Neuron bipolar sangat jarang ada, tetapi mereka ada di dalam organ perasa khusus, neuron ini menyiarkan ulang informasi tentang pengelihatan, penciuman , dan pendengaran dari sel – sel yang peka terhadap rangsang ke neuron – neuron lainnya.
c)       Neuron unipolar
Di dalam suatu neuron unipolar,dendrite dan akson melakukan proses secara berlanjut. Dalam suatu neuron,segmen awal dari cabang dendrite membawa aksi potensial dan neuron ini memiliki akson. Beberapa neuron sensorik dari saraf tepi merupakan neuron unipolar dan sinaps neuron berakhirdi system saraf pusat (SSP).
d)      Neuron multipolar
Neuron multipolar lebih banyak memiliki dendrite dan dengam satu akson. Neuron ini merupakan tipe neuron yang sebagian besar berada di SSP. Contoh tipe neuron ini adalah seluruh neuron motorik yang mengendalikan otot rangka.
BADAN SEL
·         Secara relative badan sel lebih besar dan mengelilingi nucleus yang didalamnya terdapat nucleolus.
·         Di sekelilingnya terdapat perikarion yang berisi neurofilamen yang berkelompok yang disebut neurofibril.
·         Diluarnya terhubungkan dengan denrit dan akson yang memberikan dukungan terhadap proses –proses fisiologis.
DENDRIT
·         Denrit adalah tonjolan yang menghantarkan informasi menuju badan sel.
·         Merupakan bagian yang menjulur keluar dari badan sel dan menjalar ke segala arah.
AKSON
·         Tonjolan tunggal dan panjang yang menghantarkan informasi keluar dari badan sel disebut akson.
·         Dendrit dan akson,secara kolektif sering disebut sebagai serabut saraf atau tonjolan saraf.
·         Kemampuan untuk menerima,menyampaikan,dan meneruskan pesan – pesan neural disebabkan sifat khusus membrane sel neuron yang mudah dirangsang dan dapat menghantarkan pesan elektrokimia.
Diagram of a typical myelinated vertebrate motoneuron

Mechanisms for propagating action potentials (Mekanisme untuk penyebaran potensi tindakan)
Screen Clipping
KLASIFIKASI FUNGSIONAL
Neuron-neuron juga dikategorikan berdasarkan kelompok fungsionalnya meliputi :
a.       Neuron sensorik
Neuron sensorik berasal dari divisi aferen dari system saraf tepi (SST). Neuron ini membawa informasi dari reseptor pesan sensorik untuk dibawa ke system saraf pusat. Reseptor sensorik yang lebih spesifik meliputi :
Ø  Eksteroseptor , menyediakan informasi tentang kondisi lingkungan luar dan informasi yang didapat dari sentuhan, suhu , sensasi tekanan dan informasi yang didapat dari indera seperti penglihatan, penciuman, pendengaran dan peraba.
Ø  Proprioseptor , memonitor keadaan posisi dan pergerakan otot rangka dan sendi
Ø  Interoseptor , memonitor kondisi system pencernaan, pernafasan , kardiovaskular , perkemihan , reproduksi serta beberapa sensasi perasa dan rasa nyeri.
b.      Neuron motorik
Neuron motorik atau neuron eferen membawa instruksi-instruksi dari SSP menuju efektor perifer. Neuron ini akan menstimulasi atau memodifikasi aktivitas dari jaringan-jaringan perifer , organ atau system organ. Tubuh manusia memiliki sekitar 500.000 neuron motorik.
c.       Interneuron
Interneuron atau neuron asosiasi berada di antara neuron sensorik dan motorik. Interneuron terdapat diseluruh otak dan batang otak.
NEUROGLIA
            Adalah sel penyokong untuk neuron-neuron SSP sedangkan sel Schwann menjalankan fungsi tersebut pada SST. Ada 4 sel neuroglia :
a.       Mikroglia
b.      Ependimal
c.       Astroglia
4. SISTEM MOTORIK
·         Sistem motorik secara teknis termasuk area otak, traktus serabut desendens, dan neuron – neuron motorik yang terlibat dalam pembentukan, pengubahan, gerak atau penyesuaian tonus otot jantung dan otot polos, serta dalam mengatur sekresi dari berbagai sel-sel kelenjar eksokrin dan endokrin tertentu.
Fungsi Saraf Pusat-
·         Mengendalikan semua organ <sebagai pusat kendali>
·         Pusat pengambilan keputusan
·         Pusat presepsi dan Interpretasi <Sensori Somatik dan Indera Khusus>
·         Pusat pengendali sesuatu yang dipengaruhi oleh kemauan <motorik dan somatik>
·         Pusat pengendali sesuatu yang TIDAK dipengaruhi kemauan <otonom>
·         Fungsi Luhur <siklus tidur> dst.
SISTEM SARAF TEPI
·         Sistem saraf tepi adalah sistem saraf di luar sistem saraf pusat, untuk menjalankan otot dan organ tubuh.
Tidak seperti sistem saraf pusat, sistem saraf tepi tidak dilindungi tulang,  membiarkannya rentan terhadap racun dan luka mekanis.
Sistem saraf tepi terbagi menjadi sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar
1. Sistem Saraf Sadar
·         Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.
Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:
·         Tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan 8
·         lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12
·         empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor 5, 7, 9, dan 10.
Saraf Otonom
·         Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan
·         Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik
Tabel Fungsi Saraf Otonom
Parasimpatik
Simpatik

  • mengecilkan pupil
  • menstimulasi aliran ludah
  • memperlambat denyut jantung
  • membesarkan bronkus
  • menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
  • mengerutkan kantung kemih
  • memperbesar pupil
  • menghambat aliran ludah
  • mempercepat denyut jantung
  • mengecilkan bronkus
  • menghambat sekresi kelenjar pencernaan
  • menghambat kontraksi kandung kemih


REFLEKS
·         Pada dasarnya refleks adalah respon  motorik seketika dan otomatis terhadap asupan sensori
·         Refleks ini timbul dari hubungan anatomi yang khusus di antara reseptor sensori, neuron sensori, interneuron, motorik somatik, atau otonom, dan organ-organ efektor.
·         organ-organ efektor : (otot skeletal, otot polos, dan otot jantung, atau kelenjar eksokrin dan endokrin)
Jenis – jenis refleks :
·         Refleks medulla spinalis (nyeri: refleks menarik/menghindar)
·         Refleks Otak (refleks” yang melibatkan pusat vasomotor dan kardioregulatori medulla, ditambah pusat pengaturan pupil, termasuk midbrain)
Sitem fungsional yang terintegrasi
  1. Formula bulboretikular
  2. Sitem pengaktifasi retikular (SPR)
a.       Sensasi Dan Reseptor
b.      Neuro Sensori
c.       Jaras Sensori
  1.  Sistem Limbik (hipotalamus, angulus, girus korteks, amigdala, hipokampus di dalam lobus temporal, dan septum serta traktus serabut” interkoneksi di antara area itu, yang menjadi satu unit fungsional otak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar